Penyakit Herpes Genital Pada Wanita

Penyakit Herpes Genital Pada Wanita – Kejadian penyakit herpes genital merupakan salah satu kejadian penyakit yang berkembang dengan cepat akhir-akhir ini. Penyakit herpes genital tidak bisa disembuhkan secara total, namun berbagai pengobatan bisa dilakukan untuk memperpendek terjadinya serangan penyakit herpes. Penyakit herpes genital pada wanita merupakan salah satu penyakit kulit yang terjadi kambuhan atau kumat-kumatan. Penyakit herpes bisa menimbulkan suatu bentuk komplikasi pada ibu hamil dan ibu yang sedang melakukan persalinan.

Penyakit Herpes Genital Pada Wanita

Penyakit Herpes Genital Pada Wanita

 Penyakit Herpes

Penyakit herpes genital pada wanita biasanya tidak menunjukkan suatu gejala, namun penyakit ini bisa menular. Penularan yang terjadi bisa melalui hubungan seksual. Gambaran klinis dari penyakit herpes genital pada wanita  biasanya bisa terjadi dari ringan kemudian bisa menjadi sangat berat. Hal ini bergantung dari stadium penyakit herpes genital dan juga sistem kekebalan atau sistem imunitas tubuh seorang wanita. Stadium dari penyakit herpes genital adalah infeksi primer, stadium laten, replikasi virus, dan stadium rekuren.

Siklus hidup dari terjadinya pertumbuhan penyakit herpes simpleks atau penyakit herpers genitalis biasanya akan berlangsung dengan lebih cepat, biasanya waktu untuk prose spertumbuhan adalah 8-16 jam sampai prosesnya selesai. Gen alfa atau dini-segera biasanya akan segera muncul setelah infeksi terjadi. Kemudian gen-gen tersebut akan ditrakskripsikan untuk kondisi yang tidak adanya suatu sintesis protein virus dan juga merupakan salah satu bentuk permulaan dari replikasi. Gen beta atau dini yang muncul kemudian, dan juga memerlukan hasil dari gen alfa fungsional untuk sebagai ekspresinya, yakni kebanyakan dalam bentuk enzim atau protein replikasi. Ekspresi dari gen beta yang tepat dengan terjadinya penurunan pada transkripsi pada gen alfa dan juga penghentian pada sintesis protein sel inang yang ireversibel dan juga dikatakan sebagai salah satu bentuk kematian sel. Kemudian hasil-hasil dari gen gama atau lambat yang selanjutnya juga dihasilkan dan mencakup oleh sebagian besar dari protein struktural virus.

Penularan Penyakit Herpes

Penularan penyakit herpes biasanya adalah lewat kontak dari orang yang mengalami kepekaan pada virus yang sedang dikeluarkan oleh seseorang. Untuk menimbulkan atau memunculkan suatu infeksi, maka baisnaya virus juga harus masuk ke dalam permukaan mukosa atau juga pada bagian kulit yang sedang mengalami luka. Penyakit herpes atau HSV I biasanya ditransmisikan lewat sekresi oral, virus menyebar dan juga lewat droplet pernapasan atau juga bisa menular lewat air liur yang mengalami infeksi. Hal ini biasanya sering terjadi selama berciuman, dan sedang memakan atau meminum bersamaan dengan peralatan yang mengalami kontaminasi.

Penyakit HSV I biasanya bisa mengakibatkan dari terjadinya penyakit herpes henitalis pada wanita lewat hubungan seksual baik oral atau juga genital. Karena virus yang mengalami transmisi lewat sekresi dari oral dan juga dari mukosa atau pada kulit genital, dan biasanya juga tempat dari infeksi pada pria terletak dibagian batang dan bagian kepala penis, skrotum, bagian paha dalam, anus. Sedangkan yang terjadi pada wanita adalah dibagian labia, vagina, serviks, anus, dan bagian paha dalam sebagai salah satu bentuk tempat yang menyerang wanita.

Mulut adalah salah satu tempat infeksi nomor 2 yang sering terjadi. Penyebaran dri penyakit herpes genitalis atau herpes II biasanya lewat kontak langsung antara orang yang tidak mempunyai antigen pada HSV II dengan orang yang memiliki infeksi penyakit ini. Selain itu, kontak yang terjadi lewat membran mukosa atau terjadinya kontak langsung pada bagian kulit dengan lesi atau luka. Selain itu, transmisi yang bisa juga terjadi dari seorang pasangan yang tidak mempunyai luka yang terlihat. Kontak yang tidak terjadi secara langsung bisa lewat alat-alat yang juga digunakan oleh si penderita karena penyakit HSV II yang mempunyai envelope sehingga bisa saja bertahan hidup paling lama seama 30 menit diluar sel.

Cara Mengobati Penyakit Herpes

Pengobatan dilakukan dengan cara memberikan obat herpes dalam bentuk obat antivirus yang memang sudah terbukti bisa membantu menangkal terjadinya infeksi penyakit herpes. Semua obat tadi akan membantu menghambat sintetis DNA virus. Dan obat-obatan seperti ini bisa membantu menghambat terjadinya perkembangbiakan pada virus herpes. Meski demikian, penyakit herpes sifatnya adalah laten pada ganglia sensorik dan angka terjadinya kekambuhan tidak jauh berbeda juga dengan orang yang sudah diobati atau yang tidak diobati.

Cara mengobati penyakit herpes genital pada wanita biasanya dilakukan dengan pemberian obay asiklovir. Obat asiklovir atau obat anti virus yang lainnya diberikan dalam bentuk sediaan obat atau bisa juga diberikan dalam bentuk krim yang bisa dioleskan langsung pada bagian luka herpesnya.

Cara mengobati penyakit herpes genital pada wanita dengan menggunakan asiklovir ini bisa membantu untuk mengurangi jumlah birus yang hidup di dalam luka Anda sehingga resiko dari terjadinya penularan akan berkurang. Obat asiklovir ini juga bisa membantu meringankan gejala penyakit herpes genital pada tahap awal. Namun, pengobatan yang dilakukan secara dini pada serangan yang terjadi pertama tidak bisa mencegah dari terjadinya penyakit herpes genital ini.

Hingga saat ini belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan penyakit herpes genityal, namun beberapa pengobatan yang dilakukan secara mandiri bisa mengurangi terjadinya keparahan penyakit herpes genital ini. caranya adalah dengan menjaga kebersihan bagian genital Anda, dan jugda dengan menghindari penyebab dari munculnya penyakit herpes genital ini.

Penyakit Herpes Genital Pada Wanita

 

Posted in Penyakit Herpes | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Herpes Genital

Penyakit Herpes Genital – Yang namanya penyakit pastinya menyebabkan ketidaknyaman. Apalgi jika menimpa daerah sensitif Anda. Herpes genital salah satunya yang bisa mengusik daerah intim Anda. Herpes dari bahasa yunani yang berarti menjalar dan genital dari bahasa Latin yang bermakna kelamin.

Penyakit Herpes Genital

Penyakit Herpes Genital

Penyakit Herpes

Penyakit Herpes genital disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks (HSV) tipe 2. Penyebab herpes lain yang jarang adalah HSV 1. Penularan herpes genital melalui hubungan intim. Penyakit herpes genital ini memiliki gejala yang khas yaitu lenting (vesikel) berisi cairan jernih yang lebih dari satu di sekitar daerah kelamin.

Bayangkan, 1 dari 5 orang dalam populasir remaja dan dewasa di seluruh dunia diperkirakan telah terinfeksi dengan HSV 2. Badan Kesehatan Amerika Serikta CDC menyampaikan jumlah kasus herpes genital pada perempuan lebih banyak dibandingkan dengan pria. Hal tersebut mungkin terjadi karena luas permukaan selaput lendir (mukosa) pada kelamin perempuan lebih luas dibanding dengan laki-laki. Selain itu, fluktasi hormon pada perempuan ternyata juga mempengaruhi.

Gejala herpes genital sama dengan gejala herpes yang lain, yaitu munculnya gelembung-gelembung kecil (vesikel) di kulit terutama di selaput lendir (mukosa) di sekitar alat kelamin. Gelembung kecil yang biasa disebut lenting-lenting tersebut berisi cairan bening dan mudah pecah. Setelah pecah akan muncul rasa nyeri pun sering menyertai di sekitar vesikel, bahkan kadang sampai menyebabkan nyeri saat buang air kecil. Karena rasa nyeri itulah umumnya penderita herpes genital segera memeriksakan diri ke dokter dan cepat mendapatkan pengobatan.

Gejala lain yang dapat menyertai adalah demam, sakit kepala dan tubuh terasa lemas. Sebelumnya, sensasi terbakat atau nyeri di sekitar daerah intim dapat juga dirasakan. Masalahnya, meski sudah diobati, ada kemungkinan herpes genital kambuh kembali. Pada saat kambuh, gelembung-gelembung kecil tersebut akan kembali muncul, tapi gejalanya tidak seberat pada saat baru terinfeksi.

Cara Mengobati Penyakit Herpes

Berikut ini ada beberapa tips agar herpes genital tidak kambuh kembali

Dr. Silviani menganjurkan beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi kemungkinan herpes kambuh :

1. Manajemen stres. Baik stres emosional maupun fisik ternyata dapat memicu kekambuhan dari herpes genital
2. Jaga asupan gizi makanan seimbang
3. Untuk menunjang daya tahan tubuh, Anda bisa mengonsumsi suplemen
4. Istirahat yang cukup

Gejala penyakit herpes genital adalah ;

  1. Disaat seseorang mengalami penularan pertama kali, maka biasanya tidak akan terlihat sores. Banyak orang yang mengalami penyakit herpes genital tidak mengetahui bahwa dirinya menderita penyakit tersebut karena kadang tidak muncul gejala.
  2. Kemudian episode dari penyakit herpes yang pertama biasanya merupakan salah satu bentuk gejala yang paling parah. Dan secara umum biasanya gejala yang terjadi adalah seperti menderita flu, kemudian selanjutnya munculnya lepuhan lepuhan kecil pada bagian alat kelamin dan kemudian akan pecah setelah itu akan berubah menjadi sores.
  3. Kemudian akan berbentuk keropeng dan pada akhirnya kulit sembuh dengan sendirinya selama 1-2 minggu.
  4. Pada wanita, biasanya gejala lepuhan yang terjadi bisa timbul disekitar vagina, uretra, serviks dan bagian antara vagina serta dibagian anus.
  5. Untuk pria, biasanya lepuhan yang terjadi bisa tiimbul pada penis, kulit di ujung dan juga terkadang di dalam uretra, terjadi pada zakar atau juga pada daerah dibagian penis dan dubur. Kadang akan terasa sangat sakit disaat sedang buang air kecil jika air seni tersebut melewati luka tersebut.
  6. Terkadang, hal ini jarang terjadi di bokong atau tubuh bagian belakang bawah dan pada daerah lainnya yang muncul disekitar bawah pinggang, dan juga terjadi pada tangan, payudara, serta pada bagian tubuh belakang, jari atau dibagian mana saja yang sudah menyentuh pada daerah yang mengalami infeksi.
  7. Untuk kasus penyakit herpes simpleks atau genitalis yang tidak menunjukkan lepuhan yang terjadi. Dan kemudian bisa terlihat seperti kemerahan yang kecil, kulit yang pecah-pecah atau juga pada kondisi kulit yang lain yang bisa terjadi pada daerah kemaluan.
  8. Kondisi dari kulit kemaluan yang memang tidak biasa sebaiknya diperiksa ke dokter jika memang luka tersebut dicurigai sebagai penyakit herpes. Walaupun luka penyakit herpes bisa sembuh, namn virusnya akan masih tetap tinggal di dalam tubuh. Dan kemudian bisa mengalami kekambuhan lagi.

Jika penyakit herpes genital ini kambuh, maka serangannya akan menyerang ke bagian yang pertama diserang. Namun gejala yang terjadi biasanya lebih pendek dan terjadi lebih ringan. Selain itu, episode dari kambuhan yang terjadi pada infeksi penyakit HSV tipe I. Dan seiring dengan waktu yang berjalan, maka biasanya lebih jarang terjadi dan kasusnya lebih ringan, dan kemungkinan bisa saja berhenti. Untuk beberapa orang yang mengalami infeksi hanya mengalami pada satu episode saja. Terdapat orang-orang yang bisa mendapat penyakit herpes namun juga tidak menunjukan gejala. Episode penyakit herpes kemungkinan terjadi disaat sistem pada pertahanan tubuh Anda sedang lemah. Dan penyakit, mengalami kelelahan, stress, haid atau menstruasi dan melakukan aktivitas seksual yang bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya episode kekambuhan, namun bisa juga terjadi akibat tidak adanya sebab yang jelas.

Itulah informasi mengenai penyakit herpes dan semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Penyakit Herpes Genital

Posted in Penyakit Herpes | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Herpes Genital Pada Kehamilan

Herpes Genital Pada Kehamilan – Herpes genital adalah penyakit infeksi menular seksual yang tanda-tandanya adalah luka yang terasa nyeri pada daerah genital/kelamin, gatal-gatal, nyeri saat buang air kecil, keluar nanah atau kotoran pada vagina, pembesaran kelenjar limfe pada paha yang terasa sakit. Pada awal serangan penyakit (outbreak) atau disebut herpes primer, pada beberapa orang mengalami gejala flu seperti gejala-gejala sakit kepala, demam dan badan terasa sakit. Kebanyakan orang dengan infeksi herpes akan mengalami outbreak luka/ borok dan terkadang disertai gejala-gejala  tersebut diatas. Beberapa wanita hanya mengalami herpes yang terjadi pada serviks. Pada kejadian ini mungkin tanpa gejala atau dengan gejala yang ringan dengan disertai serangan outbreak.

Herpes Genital Pada Kehamilan

Herpes Genital Pada Kehamilan

Penyakit Herpes

Tidak ada pengobatan untuk infeksi herpes. Bayi yang terlahir dari seorang ibu dengan infeksi herpes aktif pada atau dalam waktu dekat dengan kelahiran bayi dapat tertular herpes dari ibunya. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otak, kebutaan atau bahkan kematian pada bayi baru lahir.

Jika anda mempunyaiHerpes Genital Pada Kehamilan dan dalam pertimbangan ingin hamil atau dalam kehamilan, pastikan anda untuk memberikan info kepada dokter. Dokter mungkin akan memberikan kepada anda obat-obat antiviral sehingga anda akan dapat meminimalisir atau berkemungkinan besar tidak mengalami outbreak pada saat atau waktu-waktu anda melahirkan bayi. Jika anda mengalami kejadian outbreak herpes genital pada saat melahirkan bayi, dokter kemungkinan besar akan mengeluarkan bayi melalui proses bedah sesar (seksio cesaria). Dengan bedah sesar, resiko penularan herpes genital kepada bayi akan lebih kecil.

Jika anda mengalami outbreak awal Herpes Genital Pada Kehamilan, anda sebaiknya memberitahukan hal tersebut kepada dokter. Dokter mungkin akan memberikan kepada anda pengobatan dengan antiviral. Karena pada saat anda mempunyai outbreak awal herpes genital pada saat atau waktu mendekati kelahiran bayi, resiko bayi untuk tertular herpes akan jauh lebih tinggi.

Hal yang penting dilakukan pada Herpes Genital Pada Kehamilan adalah untuk menghindari terinfeksi atau tertular infeksi herpes pada saat hamil. Jika pasangan anda menderita herpes dan anda tidak berstatus infeksi herpes, pastikan untuk menggunakan kondom selama hubungan seksual intercourse. Meskipun pasangan anda saat ini tidak mengalami outbreak herpes genital, pasangan anda dapat menularkan infeksi kepada anda. Jika pasangan hubungan seksual anda terdapat luka yang terlihat jelas, hindari melakukan hubungan seksual intercourse sampai akhir hubungan  selama luka herpes genital tersebut telah disembuhkan.

Gejala Herpes

Beberapa ciri-ciri atau gejala penyakit herpes pada masa kehamilan adalah :

  1. Munculnya bisul atau bintik-bintik dengan lepuhan yang berwarna kemerahan yang bisa pecah dan mengeluarkan air dan bisa menimbulkan luka ataukeropeng.
  2. Nyeri pada bagian yang diserang
  3. Mengalami demam
  4. Sakit flu
  5. Sakit kepala
  6. Gemetar pada bagian kelenjar di leher.

Namun hal yang sangat mengkhawatirkan adalah jika penyakit herpes ini tidak menunjukkan gejala. Dan sangat disarankan sekali Anda melakukan pemeriksaan ke dokter apalagi disaat Anda sedang hamil atau disaat Anda sedang merencanakan program kehamilan, saat hendak melakukan persalinan. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan bayi dan ibu janin yang merupakan salah satu hal yang sangat penting.

Diagnosis Penyakit Herpes

Disaat seseorang pertama kali didiagnosis mengalami penyakit herpes, maka umumnya gejala yang muncul dan dirasakan akan menjadi lebih buruk dibandingkan disaat penyakit herpes ini kambuh. Dan sudah dijelaskan mengenai penyakit herpes yang terjadi pada serangan pertama merupakan salah satu episode paling berbahaya untuk terjadinya infeksi saat hamil dibandingkan pada episode kambuhan.

  1. Disaat serangan pertama kali terinfeksi, maka biasanya penyakit herpes akan mempunyai masa aktif dalam menyerang dengan jangka waktu yang lebih lama dibandingkan pada kasus penyakit herpes kambuh. Hal ini berarti bahwa masih lebih banyak partikel pada penyakit herpes yang mengalami perkembangan di dalam tubuh si penderita.
  2. Infeksi yang terjadi disaat ibu sudah mengalami kehamilan akan membuat tubuh si ibu tidak akan mendapatkan cukup waktu dalam membuat sistem daya tahan tubuh pada penyerangan dari penyakit virus herpes. Hal ini akan membuat tubuh ibu menjadi tidak bisa memberikan sistem daya tahan tubuh pada si bayi dari serangan penyakit virus herpes. Padahal saat sedang proses persalinan normal, tubuh bayi biasanya akan bersinggungan langsung dengan alat kelamin si bayi sehingga akan menyebabkan penularan  terjadi pada si bayi.

Untuk kasus penyakit herpes genital pada kehamilan jika masuk ke dalam saluran plasenta sehingga bisa mengakibatkan terjadinya keguguran janin. Dan walaupun demikian, ibu tidak harus panik dengan kasus keguguran yang terjadi akibat dari penyakit herpes. Karena hal ini masih jarang terjadi. Ibu hamil yang mengalami penyakit herpes maka hanya harus melakukan pemeriksaan ke dokter dalam mengontrol perkembangan dari virus herpes tersebut. Dan biasanya dokter juga akan memberikan obat antivirus. Masalah yang sebenarnya terjadi adalah disaat proses persalinan berlangsung. Jika proses persalinan yang terjadi dengan normal dan sementara penyakit herpes ibu masih sering kambuh, maka kemungkinan bayi mengalami penularan saat sedang melewati jalan lahir. Infeksi dari penyakit herpes sendiri bisa mengakibatkan terjadinya masalah serius untuk bayi, karena sistem kekebalan tubuh yang masih dalam proses perkembangan dan masih belum sesempurna orang dewasa.

Herpes Genital Pada Kehamilan

Posted in Penyakit Herpes | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penanganan Herpes Simpleks

Penanganan Herpes Simpleks  – Penyakit herpes simpleks untuk tipe I dan tipe II adalah salah satu bentuk virus penyakit herpes hominis yang merupakan salah satu bentuk virus DNA. Pembagian dari jenis tipe I dan juga tipe II dilakukan berdasarkan dari karakteristik yang muncul pada bagian media kultur, antigenic marker serta lokasi atau tempat dari penyakit herpes menyerang. Untuk kasus penyakit herpes HSV I biasanya sering dikaitkan dengan infeksi oral yang terjadi. Sedangkan untuk kasus penyakit herpes tipe II biasanya dihubungkan dnegan terjadinya infeksi genital. Dan semakin sering terjadinya infeksi HSV tipe I pada daerah genital dan kasus penyakit herpes HSV Tipe II pada daerah oral bisa saja disebabkan karena melakukan kontak seksual lewat hubungan seksual oral dan genital.

 Penanganan Herpes Simpleks

Penanganan Herpes Simpleks

Penyakit Herpes

Klasifikasi dari penyakit herpes simpleks adalah :

  1. Pada penyakit herpes simpleks virus biasanya termasuk ke dalam anggota virus herpes yang bersifat primer dan bisa menimbulkan penyakit pada manusia. Penyakit herpes simpleks virus untuk tipe 1 atau tipe 2 masuk ke dalam keluargan alphaherpesvirinae dengan gejala seperti spektrum sel pejamu yang juga bervariasi. Selain itu, siklus replikasi yang terjadi dengan lebih cepat bisa membuat infeksi lebih mudah menyebar pada biakan sel, dan hal ini pada akhirnya akan menimbulkan terjadinya kerusakan pada sel yang terjadi dengan lebih cepat. Selain itu, kemampuan yang bisa menimbulkan terjadinya infeksi secara laten dan khususnya adalah pada bagian ganglion sensorik.
  2. Untuk episode pertama, atau infeksi serangan pertama yang terjadi pada kasus infeksi HSV adalah keadaan yang paling parah yang dimulai setelah masa inkubasi terjadi sekitar 4-6 hari. Gejala herpes yang muncul adalah nyeri, infalamasi, kemerahan yang muncul pada daerah kulit dan kemudian diikuti dengan pembentukan pada gelembung yang isinya cairan. Cairan bening yang berisi ini kemudian akan berkembang berubah menjadi nanah. Setelah itu akan diikuti dengan pembentukan pada keropeng dan juga pembentukan kerak.

Manifestasi klinis yang muncul pada penyakit herpes simpleks adalah :

  1. Infeksi penyakit herpes simpleks jenis virus biasanya akan berlangsung skeitar 3 tahap. Infeksi primer, infeksi laten dan juga infeksi rekuern. Selain itu, infeksi primer yang terjadi biasanya terjadi pada mulut dan hidung namun lebih sering terjadi pada anak-anak. Sedangkan unutk infeksi primer penyakit herpes simpleks tipe II biasanya terjadi pada daerah pinggang ke bawah dan paling utama terjadi dibagian genital. Infeksi primer yang biasanya berlangsung lebih lama dengan kasus gejala yang lebih berat akan terjadi sekitar 3 minggu dan sering disertai dengan gejala herpes sistemik, misalnya adalah munculnya demam, malaise, dan mengalami anoreksia. Kelainan secara klinis yang terjadi biasanya akan ditemukan seperti vesikel atau lepuhan yang berkelompok pada bagian atas kulit yang sembab dan pada bagian eritematosa, selain itu juga berisi cairan yang jernish dan juga menjadi seropurulen, dan akan berubah menjadi krusta dan akan membuat mengalami ulserasi. Pada fase laten biasanya penderita juga tidak aakn ditemukan suatu kelainan yang terjadi secara klinis, namun penyakit herpes simpleks virus biasanya akan ditemukan untuk kasus atau kondisi yang tidak aktif pada ganglion dorsalis.
  2. Untuk kasus tahap infeksi rekuern biasnaya penyakit herpes simpleks virus yang awalnya tidak aktif pada bagian ganglia dorsalis berubah menjadi aktif akibat mekanisme pacu misalnya adalah demam, infeksi dan juga lewat hubungan seksual. Kemudian mencapai ke kulit sehingga akan menimbulkan suatu gejala klinis yang lebih ringan dan akan berlangsung selama 7-10 hari.

Penanganan Penyakit Herpes

Penanganan herpes simpleks yang dilakukan adalah dengan memberikan beberapa jenis obat antivirus. Obat herpes antivirus ini memang sudah terbukti membantu melawan infeksi yang trjadi. Dan penanganan  herpes simpleks ini bisa membantu menghambat proses intesis DNA virus. Obat-obatan ini membantu untuk menghambat terjadinya proses perkenbangan biakan dari penyakit herpes.

Hingga saat ini memang masih belum ada obat herpes yang bisa membantu meyembuhkan penyakit herpes sevara tuntas. Pencegahan yang dilakukanpun masih sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan pada sebagian orang yang menderita penyakit herpes tidak mengetahui bahwa dirinya mengalami penyakt herpes. Angka dari penularan penyakit herpes bisa diturunkan dengan cara melakukan hubungan seksual mengguanajan kondom. Namun kondom juga tidak bisa menjamin terjadinya pencegahan penularan penyakit herpes simpleks.

Penanganan Herpes Simpleks sebaiknya membersihkan lukanya dengan air garam dan menjaganya tetap kering, serta gentian violet dapat dioleskan pada luka. Selain itu, dokter akan memberikan asiklovir dalam bntuk pil dua sampai lima kali sehari. Obat ini tidak menyembuhkan infeksi HSV. Namun obat ini dapat mengurangi lama dan beratnya infeksi yang terjadi.

Penanganan Herpes Simpleks dan Pencegahan Herpes Simpleks :

  1. Hubungan seks yang sehat
  2. Setia pada pasangan
  3. Belum ada obat penyembuh untuk herpes, sekali terinfeksi maka akan tetap terinfeksi untuk seumur hidup.
  4. Para peneliti sekarang mencai vaksin untuk mencegah HSV. Satu calon vaksin menunjukan hasil yang baik terhadap HSV-2 pada perempuan tetapi tidak pada laki-laki.
  5. Sampai saat ini belum ada vaksin yang disetujui untuk mencegah infksgi HSV, tetapi penelitian terhadap vaksin untuk HSV berlanjut terus.

 Penanganan Herpes Simpleks

Posted in Penyakit Herpes | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Herpes

Gejala Penyakit Herpes – Penyakit herpes adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus.

Jenis Penyakit Herpes

Ada dua jenis penyakit herpes karena virus, yaitu :

1. Herpes Zoster (Cacar Ular)

Penyebabnya virus cacar air (Varicela zoster). Orang yang kena penyakit ini biasanya sudah pernah mengalami cacar air. Sewaktu penyakit cacar airnya sembuh, ada virus bandel yang masih hidup dan bersembunyi di simpul saraf dalam tubuh. Jika daya tahan tubuh menurun, misalnya karena terlalu lelah dan stres, maka virus yang bersembunyi tidak keluar menyerang saraf-saraf kulit. Terjadilah penyakit herpes zoster.

Gejala Penyakit Herpes

Gejala Penyakit Herpes

Gejala Penyakit Herpes Zoster

  • Menyerang separuh bagian tubuh
  • Tidak menyebar
  • Bentuknya berupa gelembung-gelembung berisi air yang menggerombol
  • Rasanya nyeri sekali

Pada orang tua berusia lebih dari 50 tahun sebaiknya cepat diobati oleh dokter. Bila tidak, bisa menyebabkan nyeri saraf menetap setelah herpes (neuralgia paska herpes), yaitu kulitnya sudah normal tapi tetap terasa sangat nyeri sampai bertahun-tahun. Herpes zoster ini hampir tidak pernah kambuh lagi.

2. Herpes Simpleks

Herpes simpleks adalah sekelompok virus yang menginfeksi manusia. Herpes simpleks menyebabkan luka-luka yang sangat sakit pada kulit. Virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) adalah penyebab umum untuk luka-luka demam (cold sore) disekeliling mulut dan juga dapat menyebabkan infeksi pada kelamin. HSV-2 biasanya menyebabkan herpes kelamin dapat menginfeksikan daerah mulut melalui hubungan seks.

Infeksi HSV ditularkan dari orang ke orang melalui hubungan langsung dengan daerah tubuh yang terinfeksi. Penularan dapat terjadi meskipun tidak ada luka yang terbuka. Bahkan sebagian besar orang dengan HSV tidak mengetahui dirinya terinfeksi dan tidak sadar bahwa mereka bisa menbyebarkan virus tersebut.

Kebanyakan orang yang terinfeksi HSV tidak mengetahui dirinya terinfeksi karena tidak menunjukan gejala khusus. Namun, herpes simpleks pada kulit dapat menunjukan adanya benjolan-benjolan seperti jerawat pada kulit.

Penyebab Herpes

Penyebab penyakit herpes simpleks adalah :

a. Virus Herpes Simpleks I (Daerah Kepala)

Terjadi jika tertular oleh orang yang sedang menderita penyakit tersebut. Umumnya mengenai mata atau bibir dengan gejala seperti :

  •  Sakit mata biasa
  • Mata merah, tapi sakit sekali
  • Bentuknya berupa gelembung-gelembung kecil berisi air atau luka-luka kecil
  • Rasanya sangat nyeri

b. Virus Herpes Simpleks II (Kelamin)

Disebut juga sebagai herpes genital (kelamin), ditularkan melalui hubungan kelamin dengan orang yang menderita penyakit ini. Gejala Penyakit Herpes simpeks berupa luka-luka kecil yang sangat nyeri di daerah kelamin. Bisa menyebabkan cacat pada bayi jika di derita oleh ibu hamil.

Herpes simpleks ini sering kambuh, karena virusnya gemar bersembunyi di dalam sel. Sering tidak bisa dimatikan oleh obat bila bersembunyi ke dalam sel. Virus menjadi aktif dan keluar dari tempat persembunyiannya jika daya tahan tubuh menurun.

Cara Mencegah Herpes

Jika sudah menderita penyakit ini, terutama herpes simpleks, cara mencegah agar tidak terjadi kekambuhan adalah :

  • Konsumsi makanan bergizi
  • Olahraga
  • Cukup beristirahat fisik dan mental
  • Hindari stres

Penatalaksanaan yang dilakukan pada penyakit herpes simpleks adalah dengan cara pemberian obat topikal dalam bentuk salep ataukrim yang mengandung preparat idoksuridin. Pengobatan dengan menggunakan oral preparat asiklovir dengan pemberian dosis sebanyak 5 x 200 mg dalam sehari dan dilakukan selama 5 hari dalam membantu mempersingkat proses dari terjadinya penyakit dan membuat lebih panjang dari masa rekuren. Pemberian dari parenteral asiklovir serta pemberian dari preparat adenine arabinosid atau vitarabin dengan tujuan utama dalam membantu mengatasi penyakit yang lebih berat atau untuk kasus yang terjadi komplikasi pada organ bagian dalam.

Selain itu  dalam melakukan terapi sistemik biasanya akan digunakan obat asiklovir, valasiklovir, atau famsiklovirus. Jika pasien mengalami masalah rekuren yang terjadi sebanyak 6 kali dalam setahun, maka pertimbangan dalam menggunakan asiklovir sebanyak 400 mg atau juga penggunaan valasiklovir sebanyak 1000 mg oral dalam setiap harinya yang dilakukan selama dalam 1 tahun. Untuk penggunaan obat oles biasnaya akan digunakan dalam bentuk lotion zinc oxide atau juga penggunaan calamine. Sedangkan pada wanita yang sedang hamil maka biasanya akan diberikan vaksin HDV sedangkan  untuk bayi yang mengalami penularan penyakit herpes maka akan diberikan suntikan asiklovir intra vena.

Pengobatan yang dilakukan secara dini dan dilakukan dengan tepat akan memberikan harap hidup yang lebih baik, yakni adalah seperti masa dari selama penyakit berlangsung akan menjadi lebih pendek dan rekuren biasanya akan jarang terjadi. Pada orang-orang yang mempunyai masalah pada gangguan imunitas atau sistem daya tahan tubuh, maka infeksi yang bsia menyebar ke organ-organ bagian dalam dan akan menyebabkan suatu hal yang fatal. Prognosis atau harapan hidup akan lebih baik lagi seiring dengan usia yang semakin bertambah disaat beranjak dewasa.

Penderita penyakit herpes seharusnya bisa menghindari terjadinya kontak dengan orang lain disaat tahap akut sampai pada lesi sembuh dengan sempurna dan total. Infeksi yang terjadi pada daerah kemaluan wanita hamil biasanya akan beresiko menularkan kepada bayinya, dan wanita tersebut harus memberitahukan kepada dokter kandungan jika mereka mempunyai gejala atau tanda dari infeksi penyakit herpes didaerah kemaluanya.

itulah informasi mengenai gejala penyakit herpes, penyakit herpes zoster, dan penyakit herpes simpleks. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Gejala Penyakit Herpes

Posted in Penyakit Herpes | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Herpes Pada Kulit

Penyakit Herpes Pada Kulit – Penyakit Herpes Pada Kulit disebabkan oleh virus. Ada 2 jenis herpes, yaitu :

1. Herpes zoster

Herpes ini biasa tumbuh di kulit sesisi tubuh menyerupai cacar berderet seperti ular (di kampung disebut “cacar ular”). Herpes zoster yang tumbuh di kulit badan, bisa di bagian wajah, dada, perut, paha, sampai kaki, tetapi hanya menyerang sesisi tubuh dan ini bukan tergolong penyakit menular seksual

2. Herpes simpleks

Herpes simplex bisa tumbuh di bibir dan mulut, atau bisa juga di kemaluan dan tergolong sebagai penyakit menular seksual karena ditularkan lewat hubungan seks.

Penyakit Herpes Pada Kulit

Penyakit Herpes Pada Kulit

Dulu, prostitusi para pria nakal kebanyakan hanya tertular kencing nanah dan sifilis (raja singa). Sekarang bukan cuma itu, penyakit raja singa sudah tidak terdengar lagi, namun kencing nanah masih ada. Tetapi, lebih banyak terdengar lelaki nakal tertular herpes kelamin atau herpes genitalis. Dan, ini jauh lebih fatal.

Penyakit herpes pada kulit kelamin memang tidak mematikan. Tidak pula berkomplikasi berat, namun belum bisa disembuhkan. Sampai sekarang orang yang mengidap herpes kelamin akan terus membawa virus penyakitnya sepanjang hidup. Virus herpes kelamin bersembunyi di dalam kulit tempat asal timbulnya. Di sana ia mendekam dan sewaktu-waktu akan muncul jika kondisi tubuh sedang lemah.

Gejala Penyakit Herpes Kelamin

Gejala herpes kelamin diawali dengan tumbuhnya lenting cacar bening di kemaluan, bisa pada pria bisa juga pada wanita. Awalnya terasa gatal, lama-kelamaan menjadi panas, lalu pedih kalau lenting herpesnya sudah pecah. Lenting-lenting herpes bergerombol tumbuh pada selaput lendir kemaluan, Pada pria biasanya tumbuh di kepala atau leher penis. Dalam beberapa hari, lenting herpes akan pecah sendiri, dan membuat luka lecet kemerahan yang pedih. Diobati atau tidak diobati, herpes kelamin akan mereda sendiri dalam satu atau dua minggu.

Namun, meredanya Penyakit Herpes Pada Kulit tidak berarti virusnya sudah hilang dan penyakitnya sudah punah. Sewaktu-waktu herpesnya bisa kambuh, dan kambuh lagi secara berulang jika kondisi badan sedang lemah. Pada saat herpes kambuh itulah, virusnya berpotensi menular kepada pasangan seks.

Oleh sebab itu, suami yang sudah mengidap herpes kelamin tidak mungkin bisa menyembunyikan penyakitnya. Tanpa kuasa suatu hari tidak akan ketahuan oleh pihak istri. Bagaimana pun suatu hari entah kapan pihak istri juga akan tertular jika hubungan seksual dilakukan saat suami sedang kambuh. Sulit bagi suami mencari alasan tidak melakukan hubungan seksual selama herpes kelaminnya sedang kambuh. Maka, suatu saat, cepat atau lambat pihak istri akan tahu juga setelah dirinya tertular.

Obat Herpes

Obat-obat antiherpes yang tersedia sekarang (tahun 2005) sebatas hanya mempercepat proses kesembuhan belaka, selain menjarangkan kejadian kekambuhan. Namun, belum tentu menyembuhkan.

Sesungguhnya, penyakit herpes kelamin hampir tidak berbeda dengan penyakit AIDS yang ditakuti itu, Hanya bedanya, proses AIDS demikian ganas sehingga dapat merenggut nyawa. Penyakit herpes memang tidak sampai merenggut nyawa, sekalipun bisa sering kambuh, tetapi aib yang ditanggung begitu panjang, seakan suatu hukuman seumur hidup bagi penderitanya.

Penyakit herpes kulit kelamin sendiri biasanya ditularkan dari orang lain lewat kontak kulit dengan kulit dari daerah yang mengalami infeksi. Penyakit herpes yang paling menular adalah saat serangan pertama disaat berkekmbangnya sores atau terasa kulit seperti mengalami kesemutan, kebas atau mati rasa dengan rasa sakit yang menusuk sampai membuat keropengnya menjadi hilang. Dalam melindungi diri serta pasangan Anda, maka sebaiknya hindari melakukan hubungan seksual disaat gejala herpes muncul. Jangan melakukan hubungan seksual lewat oral atau lewat mulut disaat ada cold sores di dalam mulut. Anda juga bisa menularkan penyakit herpes simpleks kepada orang lain, walaupun tidak ada lepuhan yang terjadi atau juga tidak adanya sores yang terlihat. Dan selain itu, kebanyak hal ini terjadi disaat Anda baru saja mengalamii penularan penyakit herpes. Anda tidak bisa tertular atau juga menularkan kepada orang lewat, terkecuali jika memag ada kontak langsung antara kulit Anda dengan daerah yang mengalami infeksi.

Penggunaan dari kondom dengan menggunakan pelumas yang bebahan dasar air dan juga dam gigi mengurangi resiko, namun biasanya manfaatnya hanya membantu melindungi bagian kulit yang tertutup oleh kondom atau juga dam gigi. Namun kondom dan dam gigi tetap bisa membantu melindungi Anda dari terjadinya infeksi menular seksual yang lainnya. Akan sangat sulit berbicara mengenai penyakit herpes dan jenis penyakit infeksi menular seksual yang lainnya. Namun pada setiap orang yang melakukan hubungan seksual bersama Anda juga mempunyai hak mengetahui bahwa Anda menderita penyakit herpes. Lakukanlah diskusi mengenai hal ini disaat Anda sedang merasa santai dan disaat Anda sedang percaya diri, sebaiknya jangan melakukannya sebelum melakukan hubungan seksual. Pasangan Anda biasanya akan menghargai bentuk kejujuran Anda dengan tujuan bahwa Anda tidak ingin menulari-nya. Namun Anda juga mempunyai hak untuk tahu bahwa ia juga terinfeksi penyakit herpes.

Penyakit herpes yang bisa mempengaruhi daerah kulit yang kecil. Dan hal ini biasanya tidak akan membuat Anda menjadi sakit dan juga tidak mempunyai efek dalam jangka waktu panjang untuk orang dewasa dalam keadaan sehat. Jika Anda mengalami penyakit herpes maka jangan malu, tapi lakukan pengobatan dengan baik dan dini.

Penyakit Herpes Pada Kulit

Posted in Penyakit Herpes | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment